77 / 100

Last Updated on Oktober 2, 2020 by admin

Telegram: https://t.me/pusat_database
Referensi: Sri Wigati dan Laila Nur Faizah

Tulisan ini merupakan hasil penelitian lapangan yang bertujuan untuk menjawab tentang bagaimana praktek bisnis database pin konveksi dan bagaimana analisa hukum Islam terhadap praktek bisnis database pin konveksi tersebut.

Data penelitian dihimpun menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis dengan pola pikir deduktif.

Bisnis database pin konveksi merupakan sebuah bisnis di mana objek yang diperjualbelikan adalah data kontak pabrik dan supplier konveksi yang terkumpul menjadi satu dalam bentuk file.

Bisnis database ini dijalankan melalui media sosial line dan memiliki beberapa grup yang berisi para anggotanya.

Cara kerjanya dimulai dari promosi, mendapatkan pembeli, transaksi, dokumentasi bukti pembayaran sampai mengundang pembeli ke dalam grup.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada bisnis jual beli database pin konveksi telah terjadi ketidakjelasan pada objek yang diperjualbelikan, yaitu tidak semua kontak pin BBM yang dijual dapat dihubungi.

Dan telah terjadi penipuan terkait promosi yang dilakukan para anggotanya, yaitu tidak semua foto uang yang dijadikan profil picture merupakan hasil dari bisnis tersebut.

Adanya tipuan dan ketidakjelasan pada objek bisnis jual beli database pin konveksi menjadikannya termasuk ke dalam jual beli gharar yang tidak diperbolehkan dalam Islam.

Karena unsur kerelaan dalam akad jual beli tersebut hanya bersifat sementara, di mana ketika keadaan sudah jelas dan pembeli mengetahuinya, maka akan timbul rasa tidak rela dan telah dirugikan.

Daftar Pustaka

#1. Deparetemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Depok: Cahaya Qur’an, 2008.

#2. Djazuli, A. Kaidah-kaidah Fikih: Kaidah-kaidah Hukum Islam dalam Menyelesaikan Masalah-Masalah yang Praktis. Jakarta: Kencana, 2007.

#3. Enjellina. Wawancara, via Blackberry Massanger. 13 September 2016.

#4. Fathansyah. Basis Data. Bandung: Informatika, 2015.

#5. Fauzan (al). Shalih bin Fauzan.Jual Beli yang Dilarang dalam Islam, Terj. Ummu Abdullah . t.tp.: Darul Falah, 2008.

#6. Fransiska, Ariliani. Wawancara, via Line. 07 Oktober 2016.Ghazaly, Abdul Rahman, et al. Fiqh Muamalat. Jakarta: Kencana, 2010.

#7. Haroen, Nasrun. Fiqh Muamalah. Jakarta: Gaya MediaPratama, 2007.

#8. Hasan, M. Ali. Berbagai Macam Transaksi dalam Islam (Fiqh Muamalat). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2003.

#9. https://www.linkedin.com/in/vivian-bisnis-database-713091128, diakses pada 02 Desember 2016.

#10. Kalimat promosi pada notegrup Success Team(12) dan Bimbingan Bersama 1.Linediakses pada 02 Desember 2016 pukul 1:37.

#11. Mardani. Fiqh Ekonomi Syariah. Jakarta: Kencana, 2013.Marwan, M dan Jimmy P. Kamus Hukum: Dictionary of Law Complete Edition. t.tp.: Gama Press, 2009.

#12. Muslich, Ahmad Wardi.Fiqh Muamalat. Jakarta: Amzah, 2013.Najah (an), Ahmad Zain. “Jual Beli Gharar”, dalam http://www.ahmadzain.com/read/karya-tulis/448/jual-beli-gharar/, diakses pada 02 Desember 2016.

#13. Note pada grup Success Team(12)

#14. Sabiq, Sayyid. Fiqih Sunnah, Terj. Abu Syauqina Lc, et al. t.tp.: Tinta Abadi Gemilang, 2013.

#15. Sunarti, Nur. Wawancara, via Line. 06 Oktober 2016.

#16. Syafe’i, Rahmat. Fiqih Muamalah. Bandung: Pustaka Setia, 2006.Tiwi. Wawancara, via Line. 06 Oktober 2016.

#17. Vida, Herlina Bella. Wawancara, via BBM. 03 Desember 2016.Vitri. Wawancara, via Line. 07 Oktober 2016.

#18. Zuhaili (Az), Wahbah. Fiqih Islam WaAdillatuhu, Terj. Abdul Hayyie, et al. Jakarta: Gema Insani, 2011.

Thanks to:

Sumber, Sumber2

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Message Us on WhatsApp