78 / 100

Last Updated on Oktober 2, 2020 by admin

Telegram: https://t.me/pusat_database
Referensi: Sri Wigati dan Laila Nur Faizah

Pendahuluan

Bisnis Database Halal atau Haram dalam Hukum Agama Islam?
Bisnis Database Halal atau Haram dalam Hukum Agama Islam?

Dalam kehidupan ini,

Manusia memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya.

Sehingga terjadilah interaksi dalam masyarakat.

Yang salah satunya diwujudkan dengan adanya jual beli.

Dalam hal jual beli ini, Allah telah memberi aturan yang sangat rinci, baik di dalam al-Qur’an maupun hadis.

Yang tidak lain bertujuan untuk kesejahteraan bagi para pelakunya.

Secara etimologi, jual beli merupakan proses tukar menukar barang.

#1. Dalam istilah fikih, jual beli dikenal dengan sebutan al-ba’i, yang berarti menjual, mengganti dan menukar sesuatu dengan sesuatu yang lain.

Lafal al-ba’i dalam bahasa arab terkadang dipakai untuk pengertian lawannya, yaitu lafal al-syira yang berarti membeli.

#2. Dengan demikian, al-ba’i mengandung arti menjual sekaligus membeli atau jual beli.

Ayat al-Qur’an di atas berisi penjelasan bahwa manusia diperbolehkan melakukan akad jual beli selama masih berpegang teguh pada ketentuan-ketentuan hukum Islam.

Allah Swt Maha Mengetahui semua hakikat segala perkara dan kemaslahatannya.

Sesuatu yang bermanfaat bagi hamba-hamba-Nya, maka Allah menghalalkannya.

Demikian pula sesuatu yang berbahaya bagi hamba-hamba-Nya, maka Allah melarangnya.

Jual beli mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, yang mana dulu manusia melakukan transaksi jual beli secara langsung, kini dengan berkembangnya teknologi, transaksi jual beli pun dapat dilakukan tanpa harus bertemu.

Hal ini tentunya lebih memudahkan manusia dalam melakukan transaksi, di mana pembeli tidak perlu datang ke toko melakukan transaksi.

Cukup dengan transfer sejumlah uang kepada rekening penjual melalui Automatic Teller Machine (ATM).

Sehingga lebih menghemat waktu dan biaya bagi pihak pembeli.

Disamping itu, kemajuan teknologi juga menguntungkan bagi pihak penjual.

Dalam menawarkan produknya, dulu seseorang harus memasang iklan agar produknya dikenal banyak masyarakat dengan biaya yang tidak sedikit.

Sedangkan kini bisa dilakukan melalui media sosial, tentunya biaya yang dikeluarkan terjangkau.

Dengan adanya kemudahan ini, tentunya membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berbisnis dagang.

Segala sesuatu yang dirasa bermanfaat bagi masyarakat, maka dapat diperjualbelikan.

Hal ini terbukti dengan adanya bisnis yang sedang ramai diperbincangkan pada masyarakat kita.

Bisnis yang menjanjikan ‘modal sekali, untung berkali-kali’.

Bisnis ini bernama bisnis database supplier atau biasa disebut dengan bisnis database.

#4. Bisnis jual beli database ini melibatkan para anggota (member) yang tergabung dalam suatu grup pada media sosial yang bertugas mempromosikan bisnis yang mereka geluti kepada masyarakat untuk diajak bergabung dengan cara memberikan iming-iming keuntungan ratusan ribu pada setiap harinya.

Objek yang mereka jual adalah kumpulan kontak pabrik konveksi dan kontak supplier(first hand).

Adapun maksud dari pabrik konveksi adalah pabrik sepatu, baju, tas, dll.

Sedangkan maksud dari kontak supplier (first hand) adalah pedagang tangan pertama, di mana ia menjual barang yang ia peroleh langsung dari pabrik.

Tentunya dengan membeli database kontak konveksi.

Para pedagang konveksi sangat terbantu karena dapat membeli langsung ke pabrik konveksi/ tangan pertama, serta dapat juga membeli pada supplier (first hand), sehingga mendapat harga murah.

Keuntungan tersebutlah yang menyebabkan harga jual pada bisnis jual beli database terbilang mahal.

Para anggota bisnis ini berdalih bahwa objek yang mereka jual adalah data yang sangat penting dan pasti dicari oleh semua pedagang konveksi.

Akan tetapi, setelah diteliti terdapat kejanggalan dalam bisnis ini, yaitu:

  • 1. Pertama, tidak semua kontak pabrik konveksi dan kontak supplier(first hand) yang diberikan oleh upline-nya dapat dihubungi.
  • 2. Kedua, tidak ada jaminan kekonkritan pada kontak yang mereka jual, karena tidak semua kontak adalah kontak pabrik konveksi dan supplier(first hand), terdapat juga kontak milik pribadi seseorang yang tidak menawarkan jasa apapun.
  • 3. Ketiga, tidak semua uang yang ditampilkan pada profil picture atau diklaim sebagai hasil bisnis ini adalah uang yang didapat karena bisnis ini, terdapat juga uang yang mereka tampilkan adalah uang milik mereka sendiri atau uang milik orang tua mereka.
  • 4. Keempat, ketika pembeli merasa dirugikan akan hal ini, para anggota pun tidak tahu-menahu terkait objek yang telah diperjual belikan.

    Mereka hanya menyarankan untuk menghubungi kontak yang lengkap. Maksudnya adalah kontak yang terdapat alamat dan nomor telepon.
  • 5. Kelima, dalam grup di media sosia tersebut anggota bisnis sangat banyak hingga tidak dapat menambahkan anggota lagi.

    Akibatnya para anggota yang hendak menambahkan anggota baru atau downline-nya tidak bisa memasukkan anggota baru tersebut.

    Sehingga sering terjadi penghapusan beberapa anggota dari grup agar anggota yang baru bisa dimasukkan dalam grup tersebut.
  • 6. Keenam, ketika salah satu anggota diberi pertanyaan oleh masyarakat yang ingin mengetahui tentang kejelasan bisnis ini, maka anggota tersebut akan menanyakan jawaban apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan melalui grup di media sosial.

    Jawaban yang dihadirkan berasal dari usulan member lainnya dan merupakan hasil pemikiran mereka bukan fakta dari bisnis ini.

    Karena tidak ada penjelasan detail tentang bisnis ini.
  • 7. Ketujuh, harga kontak pabrik konveksi dan kontak supplier(first hand) yang diakui ditawarkan dengan lebih murah ternyata sama dengan harga pada kontak lain yang tidak didapat dari bisnis ini.

Ini hanyalah trik yang digunakan para anggota untuk menarik masyarakat.

Thanks to:

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Message Us on WhatsApp