93 / 100

Last Updated on Oktober 2, 2020 by admin

Telegram: https://t.me/pusat_database
Referensi: Sri Wigati dan Laila Nur Faizah

Objek yang diperjualbelikan dalam bisnis jual beli database pin konveksi adalah kontak pin BBM para supplier konveksi.

Dalam hal ini, terdapat ratusan kontak yang diperjualbelikan dalam bentuk file:

  • Microsoft Word,
  • Microsoft Excel,
  • Portable Document Format (pdf),
  • Serta Microsoft Power Point.

File yang hanya berisi kontak pin BBM adalah file yang berjudul:

  • Listpin konveksi,
  • Daftar Agen,
  • Daftar First Hand Termurah,
  • Serta 198 supplier agen produksi aktif, murah dan terpercaya.

Adapun cara kerja dari bisnis database terinci sebagai berikut:

1. Promosi

Promosi dalam Bisnis Jual Beli Database

Para anggota melakukan promosi melalui media sosial yang ia punya, dapat melalui BBM maupun Instagram, yang dilakukan dengan dua cara, yaitu:

1.1 Promosi melalui foto

Maksud dari promosi melalui foto adalah menampilkan foto yang berisi gambar uang atau barang-barang hasil keuntungan dari anggota selama bergabung dengan bisnis database.

Apabila terdapat anggota yang belum mendapat keuntungan dari bisnis ini, maka dapat menggunakan foto dari anggota lain.

Para anggota memfoto uang sebanyak mungkin agar masyarakat merasa tertarik untuk bergabung dengan bisnis database.

Dalam hal ini, dilakukan pengeditan atas foto dengan menunjukkan bahwa uang-uang tersebut adalah hasil dari bergabung dengan bisnis database.

Tujuannya tidak lain adalah agar masyarakat semakin yakin untuk bergabung dengan bisnis ini.

1.2 Promosi melalui kalimat

Maksud dari promosi melalui kalimat adalah promosi yang dilakukan para anggota melalui teks.

Di mana teks promosi tersebut diambil dari notepada grup-grup bisnis database yang berbunyi:

“Bisnis ini bukanlah bisnis Multi Level Marketing (MLM).

Bukan bisnis money game, tidak kejar target dan juga bukan bisnis penipuan serta bisnis ini 100% halal.

Cara kerjanya sangat mudah hanya melakukan copy pasteserta dilakukan melalui online.

Vivian akan membimbing sampai calon pembeli sukses.

Apabila calon pembeli berminat, maka harus menghubungi kontak BBM milik Vivian, yaitu D28XXXX.

2. Mendapat customer/ pembeli

Mendapat customer

Ketika mendapat customer atau calon pembeli yang menanyakan mengenai bisnis database.

Maka yang harus dilakukan adalah menjelaskan dengan bahasa yang ramah dan menggunakan emote senyum agar calon pembeli merasa nyaman.

Selain itu, menggunakan kalimat ‘promo’ atau ‘diskon’ agar calon pembeli lebih tertarik.

Contohnya, “Untuk yang transfer hari ini ada diskon senilai Rp. 200.000,00 dari harga Rp. 500.000,00 menjadi Rp. 300.000,00”, atau bisa juga “Sisa harga diskon untuk 1 orang. Terakhir transfer hari ini jam 23.00.

Di samping itu juga bisa melakukan sharingpengalaman ketika mengikuti bisnis database.

Seseorang dapat mengatakan bahwa ia sudah berpenghasilan dari bisnis tersebut, walaupun sebenarnya belum dengan tujuannya agar calon pembeli semakin yakin.

Pada saat penjual melakukan percakapan dengan calon pembeli, biasanya penjual akan meminta bantuan kepada anggota lain dalam grup untuk menyapa calon pembeli.

Contohnya “Bantu sapa ya kak calon memberku, namanya Putri”.

Kemudian anggota lain pun menyapa dengan kalimat.

“Hai kak Putri, yuk joindi sini biar bisa gabung sama kita, sukses sama-sama kak ”, atau bisa juga dengan kalimat lain yang mengandung arti ajakan.

3. Transaksi

Transaksi

Ketika calon pembeli yakin dan mau bergabung dengan bisnis database, maka penjual dan pembeli akan melakukan transaksi jual beli.

Transaksi bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung (penjual dan pembeli melakukan transaksi dengan cara bertemu) atau tidak langsung (mengirim sejumlah uang melalui ATM).

Harga yang ditawarkan adalah sesuai keinginan dari penjual dengan nilai minimal Rp.250.000,00 dan merupakan kesepakatan dari para anggota pada grup. Adapun uang tersebut nantinya akan menjadi milik penjual seutuhnya.

4. Dokumentasi bukti pembayaran

Ketika penjual berhasil mendapatkan anggota baru, maka secara otomatis penjual tersebut menjadi upline.

Sedangkan anggota baru tersebut menjadi downline atau biasa disebut member dari penjual.

Sebagai bukti bahwa Putri adalah anggota baru yang bergabung melalui Monica, maka Monica harus mendokumentasikan bukti pembayaran.

Apabila transaksi dilakukan secara langsung, maka dokumentasi bisa dilakukan dengan cara foto bersama dengan memegang uang pembayaran, atau bisa juga hanya dengan foto uang hasil pembayaran.

Sedangkan apabila transaksi dilakukan secara tidak langsung, maka dokumentasi dilakukan dengan cara memfoto bukti transfer hasil pembayaran.

5. Mengundang pembeli ke dalam grup

Setelah pembeli melakukan transaksi pembayaran, maka ia telah menjadi anggota bisnis database.

Ia berhak digabungkan dalam grup bisnis database.

Contohnya setelah Putri melakukan pembayaran kepada Monica, maka Monica harus mengundang atau memasukkan kontak Putri ke dalam grup bisnis database untuk mendapatkan bimbingan dalam menjalankan bisnis tersebut.

Monica juga berkewajiban membimbing Putri hingga Putri memperoleh pendapatan dari bisnis tersebut.

Masalah

Selain cara kerja tersebut, terdapat beberapa masalah pada grup Bimbingan Bersama (1) dan grup Success Team(12) sejak tanggal 7 September 2016 dengan rincian sebagai berikut:

1. Kontak pin BBM tidak dapat dihubungi

Pada objek yang diperjualbelikan, yaitu daftar kontak pin BBM, tidak semuanya dapat dihubungi.

Terdapat beberapa kontak saja yang dapat dihubungi.

Hal ini dapat diketahui, setelah dibuktikan sejak pada tanggal 8 September 2016 dengan cara mengirim permintaan pertemanan(invite)kontak-kontak tersebut, hanya beberapa kontak saja yang menerima permintaan pertemanan yang dikirimkan.

Dari 358 kontak yang telah dikirimi permintaan pertemanan, hanya 17 kontak saja yang menerima permintaan pertemanan tersebut, bahkan 1 kontak di antaranya merupakan kontak pribadi milik seseorang dan bukan kontak pedagang konveksi.

2. Profil picture yang selalu menampilkan uang

Foto uang yang ditampilkan pada profil picture para anggota bisnis database dan diakui sebagai hasil pendapatan selama mengikuti bisnis database adalah tidak benar adanya karena tidak semua foto uang tersebut adalah hasil dari pendapatan mereka.

Meskipu begitu, cara promosi tersebut tetap dibenarkan oleh anggota yang bernama Apriani Fransiska.

Perspektif Hukum Islam

Jual beli merupakan akad, dan dipandang sah apabila rukun dan syaratnya terpenuhi.

Oleh karenanya, untuk mengetahui status praktek bisnis jual beli database pin konveksi menurut hukum Islam.

Maka, harus diteliti lebih lanjut mengenai terpenuhi tidaknya rukun dan syaratnya.

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, rukun jual beli menurut jumhur ulama terdiri dari empat, yaitu:

  • 1. Ada orang yang berakad atau al-muta’aqidain(penjual dan pembeli),
  • 2. Ada sighat(lafal ijab danqabul),
  • 3. Ada barang yang dibeli,
  • 4. dan ada nilai tukar pengganti barang.

Adapun jika ditinjau dari segi rukunnya, maka dapat dirinci sebagai berikut:

1. Ada orang yang berakad atau al-muta’aqidain(penjual dan pembeli)

Pada bisnis jual beli databasepin konveksi terdapat penjual dan pembeli, di mana penjual adalah anggota bisnis database yang akan menjual data-data kontak.

Sedangkan pembeli adalah masyarakat yang tertarik untuk membeli data kontak dan secara otomatis bergabung dengan bisnis database.

2. Ada barang yang dibeli

Pada bisnis jual beli databasepin konveksi yang menjadi objek jual beli adalah data kontak pabrik dan supplier konveksi, yang terdiri dalam bentuk file:

  • Microsoft Word,
  • Microsoft Excel,
  • Portable Document Format (PDF)
  • Serta Microsoft Power Point.

3. Ada nilai tukar pengganti barang

Pada bisnis database terdapat nilai tukar pengganti barang, yaitu harga yang harus dibayar ketika seseorang ingin membeli dan bergabung dengan bisnis database.

Harga yang ditawarkan adalah sesuai keinginan dari penjual dengan nilai minimal sebesar Rp. 250.000,00 dan merupakan kesepakatan para anggota bisnis database.

4. Ada sighat(lafalijab danqabul)

Pada pebisnis jual beli database pin konveksi terdapat lafal ijab dan qabul antara penjual dan pembeli, baik melalui media sosial atupun secara langsung/ bertatap muka.

Kesimpulan

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa pada praktek bisnis jual beli database pin konveksi telah dipenuhi semua rukun jual beli yang ditetapkan dalam Islam.

Kemudian, jika ditinjau dari segi syarat jual beli, maka bisnis jual beli database pin konveksi telah memenuhi syarat jual beli.

Yang secara garis besar terbagi menjadi empat, yaitu:

  • 1. Syarat-syarat orang yang berakad, yaitu berakal dan merupakan orang yang berbeda.
  • 2. Syarat-syarat yang terkait dengan ijab qabul, yaitu harus sesuainya qabul dengan ijab dan dilakukan dalam satu majelis.
  • 3. Syarat-syarat barang yang diperjualbelikan (ma’qud ‘alaih),yaitu ada, bermanfaat bagi manusia, milik seseorang dan diserahkan pada waktu yang disepakati.
  • 4. Syarat-syarat nilai tukar (harga barang), yaitu disepakati kedua belah pihak, harus jelas jumlahnya, diserahkan pada waktu akad dan bukan barang yang diharamkan oleh syara’.

Meskipun objek bisnis jual beli database pin konveksi tersebut telah memenuhi syarat jual beli,yaitu barang tersebut ada.

Barang tersebut bermanfaat bagi manusia, barang tersebut milik seseorang serta diserahkan pada waktu yang disepakati.

Tetapi, terdapat unsur ketidakjelasan pada objek yang diperjualbelikan, serta terdapat unsur penipuan terhadap masyarakat dalam melakukan promosi.

Oleh karena itu, praktek bisnis jual beli database pin konveksi tersebut dapat dikatagorikan ke dalam jual beli gharar (bai’ al-gharar).

Suatu akad mengandung unsur penipuan karena:

  • 1. Tidak ada kepastian, baik mengenai ada atau tidak ada objek akad,
  • 2. besar kecil jumlah maupun menyerahkan objek akad tersebut.

Dengan demikian, jual beli dikatakan gharar jika mengandung kesamaran.

Adapun bisnis jual beli database pin konveksi termasuk dalam jual beli yang mengandung unsur gharar karena tidak semua data kontak pin BBM, yang merupakan objek jual beli dapat dihubungi.

Sebagaimana data yang telah disebutkan di atas, dari 358 kontak yang telah dikirimi permintaan pertemanan, hanya 17 kontak saja yang menerima permintaan pertemanan tersebut, bahkan 1 kontak di antaranya merupakan kontak pribadi milik seseorang dan bukan kontak pedagang konveksi.

Dengan demikian, terdapat ketidakpastian pada data kontak pin BBM,apakah kontak-kontak tersebut dapat dihubungi atau tidak.

Terkait masalah ini, dapat dikatagorikan ke dalam gharar karena kualitas objek yang diperjualbelikan, yang mana tidak ada jaminan bahwa kontak-kontak tersebut dapat dihubungi atau tidak.

Di samping itu, pada profil picture para anggota bisnis database.

Di mana ditampilkan foto uang yang mereka akui sebagai hasil pendapatan selama mengikuti bisnis databasea dalah tidak benar adanya.

Karena tidak semua foto uang tersebut merupakan hasil pendapatan mereka, melainkan uang milik.

Mereka pribadi atau pun uang milik orang tua mereka.

Pengakuan mereka tersebut tidak lain guna menarik masyarakat untuk mau bergabung ke dalam bisnis jual beli databasepin konveksi yang mereka jalankan.

Hal ini tentulah tidak diperbolehkan dalam Islam karena jual beli dengan mengandung unsur tipuan akan menimbulkan kerugian pada salah satu pihak, yaitu pembeli.

Unsur kerelaan yang harusnya ada pun akan hilang karena terbongkarnya tipuan yang telah dilakukan.

Allah SWT telah menghalalkan jual beli, karena terdapat tujuan yang baik, yaitu saling menguntungkan antara penjual dan pembeli.

Hal ini telah dijelaskan yakni dalam firman-nya:

”… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba …”

Q.S. Al-Baqarah(2) ayat 275

Ayat al-Qur’an di atas berisi penjelasan bahwa manusia diperbolehkan melakukan akad jual beli selama masih berpegang teguh pada ketentuan-ketentuan hukum Islam.

Oleh karenanya, praktek bisnis jual beli database pin konveksi tidak diperbolehkan dalam Islam karena tidak sesuai dengan ketentuan hukum Islam, di mana terdapat ketidakjelasan pada objek jual beli serta kecurangan dalam mempromosikan.

Mengenai hal ini, terdapat hadis Nabi yang artinya

“Rasulullah saw melarang jual beli al-hashah(dengan melempar batu) dan jual beli gharar.”

(HR. Muslim)

Hadis di atas menunjukkan bahwa Rasulullah saw. melarang akad jual beli yang mengandung unsur gharar.

Hal ini karena dalam jual beli gharar, keadaan sama-sama rela yang dicapai bersifat sementara, yaitu sementara keadaan masih tidak jelas bagi kedua belah pihak.

Di kemudian hari, yaitu ketika keadaan telah jelas, salah satu pihak akan merasa terzalimi, walaupun pada awalnya tidak demikian.

Sama halnya yang terjadi pada praktek bisnis jual beli databasepin konveksi, yaitu ketika seseorang tertarik bergabung karena foto promosi yang menampilkan pendapatan yang terbilang banyak dalam waktu singkat.

Keduanya merasa sama-sama rela.

Akan tetapi, ketika seseorang tersebut mengetahui bahwa hal itu hanyalah merupakan sebuah trik agar masyarakat tertarik, maka seseorang tersebut akan merasa terzalimi atau merasa telah ditipu.

Sehingga timbul rasa ketidakrelaan, walaupun pada waktu transaksi ia merasa rela.

Pada data kontak pin BBM yang menjadi objek jual beli pun demikian.

Pada awal transaksi, keduanya, yaitu penjual dan pembeli merasa sama-sama rela.

Akan tetapi, ketika pembeli mengetahui bahwa tidak semua kontak BBM tersebut dapat dihubungi, maka akan timbul rasa tidak rela, walaupun pada waktu transaksi ia merasa rela.

Melihat permasalahan di atas, maka praktek bisnis jual beli databasepin konveksi seperti halnya di atas tidak diperbolehkan dalam Islam, karena dapat merugikan orang lain.

Jual beli seperti ini dilarang dalam Islam dengan landasan hukum sebagai berikut:

“Dan janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, Padahal kamu mengetahui.”

QS. Al-Baqarah (2): 188

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa tidak dibenarkan memakan harta orang lain dengan jalan yang batil.

Maksudnya adalah dalam jual beli hendaknya kita menghindari cara yang tidak baik, di mana cara tersebut merugikan orang lain.

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa meskipun praktek bisnis jual beli databasepin konveksi termasuk ke dalam jual beli yang sah karena telah memenuhi rukun dan syarat jual beli.

Tetapi, bisnis jual beli tersebut tidak diperbolehkan karena mengandung unsur gharar. Dalam kaidah fiqh disebutkan:

“Al-Ashlu fi al-Mu’amalati al-Ibahah Hatta Yadullu al-Dalil ‘Ala Tahrimiha(Hukum asal dalam semua bentuk muamalah adalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya)”

Maksud dari kaidah di atas adalah setiap transaksi muamalah pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam selama tidak ada dalil yang mengharamkannya, seperti halnya dengan jual beli.

Demikian juga, pada dasarnya bisnis jual beli databasepin konveksi diperbolehkan asal dalam prakteknya tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang ada dalam hukum Islam.

Thanks to:

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Message Us on WhatsApp